Dosen Unitomo Terapkan Aksi Eco-Enzyme Bersama Warga Kampung Warna-Warni Greges


Surabaya (01/02) — Tim dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama warga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan aplikasi eco-enzyme di Kampung Warna-Warni Greges, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan area industri. Program tersebut melibatkan partisipasi aktif warga, perangkat kelurahan, serta unsur masyarakat setempat seperti Babinsa, anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dalam rangka menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan.


Dr. Vieta Imelda Cornelis, S.H., M.Hum dan Tim sedang memberi pelatihan membuat Ecoenzym pada warga Greges, Kelurahan Tambak Sarioso, Asemrowo, Surabaya,

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Vieta Imelda Cornelis, S.H., M.Hum, dengan dukungan tim dosen lintas disiplin, yakni Dr. Drs. Sucipto, M.Si., Sri Sukmana Damayanti, S.H., M.Kn., Dr. Dudik Djaja Sidarta, S.H., M.Hum., serta Agustiawan Djoko Baruno, S.E., M.M. Tidak hanya melibatkan dosen, kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa Unitomo dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yakni Desak Nyoman Ayu Chyntia Widyastari, Amanda Kayla Natasha, Akbar Taufiqur Rohman Bulu, Suviana Suwoto Mulyosudarmo, dan Nabila Aliya Rahmah Vansya. Para mahasiswa berperan aktif dalam pendampingan warga, membantu proses pelatihan, serta mendukung kelancaran praktik lapangan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai eco-enzyme, mulai dari pengertian, sejarah, manfaat, hingga proses pembuatannya. Warga diberikan pemahaman bahwa limbah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayuran dapat diolah menjadi cairan ramah lingkungan yang bermanfaat untuk mengurangi bau, membersihkan saluran air, serta menekan pencemaran lingkungan.


Bersama Lurah Tambak Sarioso, Gani Nurcahyono, S.H.,usai memberikan Pelatihan


Foto bersama warga Greges usai mengikuti Pelatihan Eco Enzym

Antusiasme warga terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif selama sesi pelatihan. Banyak pertanyaan diajukan terkait komposisi bahan, teknik pencampuran, hingga proses fermentasi eco-enzyme yang memerlukan waktu sekitar tiga bulan sejak Oktober 2025. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco-enzyme, di mana warga diajak menakar bahan, mencampur komposisi, serta memahami tahapan fermentasi secara benar. “Secara teknis, pelatihan ini dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sehingga mereka mampu mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Dr. Vieta Cornelis.



Dibantu dengan mahasiswa menyebarkan cairan Eco enzym di selokan-selokan kampung Greges


Sebagai puncak kegiatan, eco-enzyme hasil fermentasi dituangkan ke saluran air di sekitar permukiman sebagai simbol komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan. Aksi ini dilakukan menggunakan eco-enzyme yang telah disiapkan tim dosen maupun hasil fermentasi bersama warga. Lurah Tambak Sarioso, Gani Nurcahyono, S.H., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen Unitomo yang telah hadir dan mendampingi warga. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan kami berharap aksi eco-enzyme ini dapat terus dilanjutkan serta menjadi kebiasaan positif masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dan menjadi contoh praktik hidup ramah lingkungan di kawasan perkotaan Surabaya. (Agbar/Vieta)


Share this Post