KKN Unitomo Keputih 2025: Sinergikan Pendidikan Karakter dan Ekonomi Kerakyatan
Surabaya – (16/09) Selama 2 minggu lebih Mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali menunjukkan komitmen pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 yang berlangsung di Kelurahan Keputih, Surabaya. Dua kegiatan unggulan menjadi sorotan utama, yakni penguatan nilai Pancasila di SD Yapita Surabaya serta pemberdayaan UMKM Keputih yang terintegrasi dengan Unitomo Water di kawasan Taman Harmoni. Kedua program ini dirancang untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan, baik dalam aspek pendidikan karakter anak-anak maupun penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Kegiatan pertama berlangsung di SD Yapita Surabaya, di mana mahasiswa Unitomo mengemas pembelajaran nilai-nilai Pancasila secara kreatif. Melalui permainan edukatif, cerita inspiratif, hingga diskusi sederhana, anak-anak tidak hanya diajak menghafal sila-sila Pancasila, tetapi juga memahami makna dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila bukan sekadar teks yang diucapkan, melainkan pedoman hidup yang harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak adalah kertas putih yang siap diwarnai nilai-nilai kebaikan,” tutur Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unitomo Keputih 2025. Kepala SD Yapita turut menyambut baik inisiatif ini, menilai bahwa fondasi karakter menjadi hal penting di tengah derasnya arus digitalisasi.
Sementara itu, kegiatan kedua difokuskan pada pemberdayaan UMKM Keputih yang berada di Taman Harmoni Surabaya. Dalam program ini, mahasiswa KKN menghadirkan sinergi strategis antara pelaku usaha kecil dengan Unitomo Water, mencakup pengembangan pemasaran, pemanfaatan teknologi berbasis AI, sistem pembayaran digital melalui QRIS, serta penyediaan banner informasi bagi pengunjung. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang sehingga mampu mengangkat kesejahteraan warga Keputih,” jelas Nensy.
Dampak positif kegiatan KKN ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Koordinator UMKM Keputih, Ibu Elizabeth dan Bapak Arie, menilai dukungan mahasiswa membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi keluarga. Kehadiran UMKM di Taman Harmoni tidak hanya mendukung pengentasan kemiskinan, tetapi juga memberi multiplier effect bagi sektor wisata. Model kolaborasi yang melibatkan akademisi, dunia usaha, dan komunitas masyarakat ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. “Melalui penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah dan pemberdayaan UMKM di Keputih, kami ingin membuktikan bahwa KKN tidak sekadar program rutin, tetapi wadah untuk melahirkan perubahan nyata di tengah masyarakat,” pungkas dosen FKIP Unitomo ini..(Agbar)