Lintas Budaya di Kampus: ULISSES-FIPS Unitomo Padukan Tradisi Barat dan Nilai Lokal Lewat Halloween & Thanksgiving 2025.


Sabtu (1/11) — Aula Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Gedung H, Lantai 2, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya tampak semarak dengan gelaran “Halloween & Thanksgiving Celebration 2025” yang diinisiasi oleh ULISSES, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Sastra Inggris FIPS Unitomo. Acara tahunan ini menjadi momentum istimewa bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai lintas budaya, sekaligus mempertegas posisi ULISSES sebagai wadah pembelajaran budaya global dan ruang ekspresi kreatif mahasiswa. Acara dihadiri mahasiswa prodi Sastra Inggris FIPS Unitomo, mahasiswa dari UNAIR, UNESA, dan UNIPA, siswa-siswi SMA Dr. Soetomo, serta para dosen dan alumni prodi sastra Inggris FIPS. Berbagai agenda menarik turut memeriahkan suasana, mulai dari dance performance oleh AfterTaste Dance Club, music performance dari ULISSES Music Club, song performance lintas kampus, hingga Halloween Costume Competition dan Secret Treasure Games.



Dalam sambutannya, Rommel Utungga Pasopati, dosen pembina Himaprodi Sastra Inggris Unitomo, menjelaskan bahwa kegiatan lintas budaya ini bukan sekadar hiburan tematik, melainkan wadah edukatif bagi mahasiswa dalam memahami hubungan antara globalitas dan lokalitas. “Kegiatan lintas budaya ini dilaksanakan sebagai ruang interaksi, literasi budaya, serta pengayaan pemahaman nilai universal bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi Sastra Inggris,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara keterbukaan terhadap budaya dunia dan pelestarian nilai-nilai lokal. “Sebagai mahasiswa sastra, memahami budaya global itu penting, tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Justru dari pertemuan lintas budaya seperti ini, mahasiswa bisa belajar bagaimana nilai-nilai lokal kita tetap bisa berdialog sejajar dengan budaya global”, kata dosen muda prodi sastra Inggris ini.



Sementara itu, Wibowo, selaku Ketua Pelaksana kegiatan, menambahkan bahwa perayaan ini juga menjadi sarana memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di kalangan mahasiswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa belajar budaya asing bukan berarti meninggalkan budaya sendiri. Justru dengan mengenal budaya lain, kita semakin menyadari betapa kayanya nilai-nilai lokal yang kita miliki,” ujarnya. “Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya bersenang-senang, tapi juga belajar menghargai perbedaan dan memperkuat rasa nasionalisme”, imbuh Wibowo



Menambah wawasan budaya, dua narasumber asal Amerika, Emily (berdomisili di Surabaya) dan Bill (live dari Chicago), membawakan paparan tentang makna Halloween dan Thanksgiving, disertai demonstrasi penyajian hidangan khas Thanksgiving oleh Emily yang kemudian dinikmati bersama seluruh peserta. Keseruan acara juga dirasakan para tamu. Aurel, siswi SMA Dr. Soetomo, mengaku antusias. “Event-nya seru dan mendidik karena menghadirkan narasumber langsung dari Amerika,” ujarnya. Hal senada disampaikan Clarissa, mahasiswi UNESA, yang menilai acara ini inspiratif. “Kegiatan lintas budaya yang bagus, tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, ULISSES kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pembelajaran lintas budaya dan wadah pengembangan global literacy di lingkungan kampus Unitomo.(Agbar/Kusuma)



Share this Post