LPPM Unitomo Berpartisipasi dalam Menghadiri Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 di UNESA
Surabaya — Rabu (19/11) dan Kamis (20/11) 2025, Rektor, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dr. Soetomo (LPPM) Unitomo, Kabid Penelitian, serta beberapa dosen, mengikuti Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Acara ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan dosen dari seluruh Indonesia.

Hari kedua, 20 November 2025 konferensi diawali dengan keynote speech Wakil Menteri Diktisaintek yang menekankan pentingnya riset inovatif dan teknologi sebagai pendorong daya saing nasional melalui kolaborasi kampus, industri, dan pemerintah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemudian memaparkan arah kebijakan riset strategis nasional, termasuk integrasi platform riset, pendanaan terbuka, dan penguatan kolaborasi lintas institusi. Plenary Session #4 bersama Kepala Badan Keahlian DPR RI memperdalam diskusi terkait ekosistem pendidikan tinggi berbasis kebijakan, kolaborasi kelembagaan, serta peran perguruan tinggi dalam pencapaian visi pembangunan nasional.

Pada sesi hari kedua di Room 1, Kepala LPPM Unitomo berkesempatan mengajukan pertanyaan terkait praktik entrepreneurship di perguruan tinggi serta tantangan dosen dalam mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dalam pertanyaannya, beliau menyoroti dua hal:
-
Model pembelajaran entrepreneurship: apakah diberikan secara umum atau disesuaikan dengan bidang keilmuan prodi.
-
Adaptasi dosen terhadap perkembangan teknologi dan AI, terutama bagi dosen senior agar tidak tertinggal dalam proses pembelajaran dan tuntutan keterampilan digital mahasiswa
Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh dua narasumber. Rektor Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa pembelajaran kewirausahaan di UB diberikan kepada seluruh program studi dan disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing agar mahasiswa tetap mempraktikkan wirausaha sesuai kompetensi akademik yang diperoleh selama kuliah.
Sementara itu, perwakilan dari Universitas Telkom menjelaskan kebijakan “20–80 Approach”, yaitu pembagian peran dosen berdasarkan kemampuan riset dan kesiapan adaptasi teknologi. Dengan skema ini, dosen senior dapat difokuskan pada pengajaran, sementara dosen dengan produktivitas riset tinggi mendorong reputasi institusi melalui publikasi dan inovasi.
Keikutsertaan LPPM Unitomo dalam KPPTI 2025 menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan riset, tata kelola, dan inovasi pembelajaran di institusi. Temuan, wawasan, dan jejaring kolaborasi yang dibangun selama konferensi ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan riset dan pengabdian masyarakat di Universitas Dr. Soetomo.