LPPM Unitomo Dorong Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Dosen


Kamis (04/09) – Bertempat di Kampus Universitas Dr. Soetomo  Surabaya (Unitomo), selama dua hari, mulai Rabu (03/09) hingga Kamis (04/09), Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali menyelenggarakan Seminar Proposal (Sempro) DIPA Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2025. Seluruh dosen dari 9 fakultas di lingkungan Unitomo turut berpartisipasi dalam forum ilmiah tersebut. Dalam sesi review, tercatat sebanyak 21 proposal pengabdian yang diperiksa, terdiri atas 7 proposal dari skema dasar dan 14 proposal dari skema kompetitif. Sementara itu, untuk proposal penelitian terdapat 31 naskah yang ditelaah, meliputi 14 proposal dari skema dosen pemula, 14 proposal dari skema unggulan berdampak Sinta 2, serta 3 proposal dari skema dengan target publikasi bereputasi Scopus.

Seminar Proposal Penelitian DIPA Unitomo 2025

Seminar proposal ini merupakan agenda rutin LPPM Unitomo yang bertujuan menjaga sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat para dosen. Melalui forum ini, setiap pengusul diberikan kesempatan untuk menyempurnakan gagasannya sesuai masukan dari para reviewer. Kepala LPPM Unitomo, Prof. Dr. Nur Sayidah, SE., M.Si., Ak., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penilaian akademik, tetapi juga wadah pembelajaran. “Kami tidak hanya menilai proposal dari sisi teknis akademik, tetapi juga memastikan ada proses pembelajaran. Reviewer memberikan masukan detail agar dosen mampu memperbaiki proposal sehingga hasil akhirnya benar-benar bermutu,” ujar Prof. Nur Sayidah.


Prof. Dr. Nur Sayidah, SE, M.Si., Ak. Kepala LPPM Unitomo

Lebih lanjut, Prof. Nur menjelaskan bahwa proposal yang diajukan harus memiliki dasar kuat dari permasalahan nyata yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur. Dengan begitu, penelitian dan pengabdian yang dilakukan para dosen diharapkan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. “Proposal yang diajukan tidak boleh hanya layak secara akademik, tetapi juga relevan dengan isu-isu pembangunan yang mendesak di Jawa Timur. Dengan begitu, riset dosen bisa berkontribusi langsung pada penyelesaian masalah di lapangan,” terangnya. Prinsip ini diharapkan mampu menjadikan penelitian dan pengabdian dosen Unitomo lebih tepat guna dan berdampak luas.




Seminar Proposal Pengabdian DIPA Unitomo 2025

Sebagai penutup, Prof. Nur berpesan kepada seluruh dosen agar penelitian dan pengabdian tidak berhenti pada tahap konsep, melainkan menghasilkan luaran nyata. Ia menekankan pentingnya integritas akademik serta keterlibatan langsung di lapangan. “Kami berharap setiap penelitian dan pengabdian mampu melahirkan publikasi bereputasi, sekaligus memberi solusi konkret bagi masyarakat. Dosen harus menjunjung integritas akademik dengan turun langsung ke lapangan, bukan hanya sekadar formalitas,” pesannya. Dengan semangat tersebut, LPPM Unitomo optimistis seluruh dosen dapat terus meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat Jawa Timur. (Agbar)


Share this Post