Mahasiswa Asing dan Unitomo Tuangkan Eco Enzim di Sungai Sekitar Kampus

Selasa (29/07), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menunjukkan komitmen nyatanya terhadap kepedulian lingkungan dengan melaksanakan aksi penuangan cairan Eco Enzim ke aliran sungai di sekitar Jembatan Emas, kawasan Kampus Unitomo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Community Service yang melibatkan mahasiswa asing asal Amerika keturunan Korea bersama mahasiswa Unitomo dari berbagai fakultas, dalam upaya menyuarakan pentingnya pelestarian ekosistem air perkotaan. Eco Enzim yang digunakan merupakan hasil fermentasi limbah organik yang terbukti efektif dalam menyeimbangkan kualitas air dan mengurangi pencemaran.
Para mahasiswa lintas negara itu tampak antusias mengikuti proses penuangan cairan Eco Enzim sambil didampingi dosen pembimbing dari masing-masing fakultas. Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah yang turut hadir dan memantau jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. “Kami bangga mahasiswa Unitomo dapat terlibat aktif dalam kerja nyata untuk lingkungan, terlebih bersama mahasiswa asing. Ini bentuk pendidikan lintas budaya yang membumi,” ujarnya.
Kegiatan
ini menjadi ajang transfer nilai global yang berorientasi pada aksi. Mahasiswa
asing yang terlibat tampak tidak hanya mempraktikkan pengetahuan tentang
lingkungan, tetapi juga membaur secara sosial dan budaya dengan mahasiswa
lokal. “Saya sangat senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Eco
Enzyme adalah ide sederhana tapi punya dampak besar. Di negara saya, kampanye
lingkungan seringkali bersifat teoretis, tapi di sini kami benar-benar turun
tangan,” ujar Eunice Yoojin Lee, mahasiswa asal Amerika keturunan Korea yang
sedang mengikuti program internasional di Unitomo.
Sementara, Prof. Nur Sayidah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) mengatakan dengan semangat kolaboratif dan kepedulian yang tinggi, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan sekitar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lintas negara akan pentingnya merawat alam secara kolektif. “Unitomo terus berkomitmen menjadikan kampus sebagai pusat pembelajaran yang tak hanya akademik, tetapi juga sosial dan ekologis. Program serupa direncanakan akan berlanjut sebagai bagian dari misi internasionalisasi kampus yang berkelanjutan”, pungkasnya.