Mahasiswa KKN Unitomo Gelar Edukasi Mitigasi Bencana dan Pembelajaran Matematika Interaktif di MI Raudlatul Muta’alimin


Jumat (15/8), kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) melaksanakan program edukasi mitigasi bencana sekaligus pembelajaran matematika interaktif di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatul Muta’alimin, Desa Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan metode pembelajaran yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap kesiapsiagaan bencana.

 

Dalam program tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan media pembelajaran interaktif bernama “Papan Jurang” (Penjumlahan dan Pengurangan). Media sederhana ini bertujuan mengubah persepsi siswa bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit, menjadi kegiatan belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan edukasi mitigasi bencana melalui pemutaran video edukatif, yang menjelaskan langkah-langkah penting saat menghadapi situasi darurat.

 

Salah satu mahasiswa KKN Unitomo, Ananda Sheila Putri, mengungkapkan alasan di balik penciptaan media Papan Jurang. “Berawal dari pengamatan kami terhadap anak-anak yang kesulitan dan kurang termotivasi saat belajar matematika, kami merancang Papan Jurang sebagai solusi. Harapannya, siswa dapat belajar penjumlahan dan pengurangan dengan cara yang lebih mudah sekaligus menyenangkan,” ujarnya.

 

Apresiasi juga disampaikan pihak sekolah. Guru MI Raudlatul Muta’alimin, Mutammimah, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa. “Kedatangan mahasiswa KKN Unitomo sangat membantu. Media Papan Jurang membuat siswa lebih bersemangat belajar matematika, sementara video edukasi bencana membuka wawasan mereka tentang kesiapsiagaan. Kami berharap program seperti ini bisa berlanjut sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” tuturnya.

 

Kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan kepedulian mahasiswa Unitomo terhadap dunia pendidikan, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar. Melalui pendekatan kreatif dan aplikatif, mahasiswa diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cerdas sekaligus tanggap terhadap lingkungan sekitar.


Share this Post