Mentoring UMKM Berdampak : Dosen Unitomo Tekankan Pentingnya Inovasi Packaging
Surabaya, (20/08) – Sebanyak 30 pelaku UMKM Surabaya mengikuti kegiatan Mentoring UMKM Berdampak yang digelar di Gedung Bank Syariah Indonesia (BSI) UMKM Center Surabaya. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Barto and Friends dengan BSI, menghadirkan Adhania Andika Prayudanti, S.TP., MT., dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), sebagai narasumber utama. Kehadiran Unitomo dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas produk UMKM di Surabaya.

Adhania Andika Prayudanti, S.TP., MT sedang memberikan paparan mentoringnya

Adhania Andika Prayudanti, S.TP., MT sedang berdiskusi dengan peserta tentang perubahan packaging
Dalam sesi bertajuk “Packaging Can Define Your Market”, Adhania menjelaskan bahwa kemasan bukan hanya sekadar pelindung produk, melainkan juga strategi pemasaran yang menentukan daya tarik konsumen. “Banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas dan rasa yang enak. Namun, karena packaging kurang menarik, produk tersebut sulit bersaing dan branding-nya lemah,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya desain kemasan yang sesuai dengan target pasar, mulai dari jenis dan warna kemasan, pemilihan nama merek, hingga logo yang mampu meningkatkan citra produk.
Direktur Barto and Friends, Lusi Sophiati Andajani, SE., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa program mentoring UMKM sudah terbukti membawa dampak positif. “Alhamdulillah, banyak alumni kelas kami yang kini mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi omzet maupun pengembangan usaha, seperti UMKM NANANINI, HaRay Dzeger, hingga Tispun,” ungkap Lusi.

Kegiatan mentoring UMKM di support oleh Walikota Surabaya melalui istri Walikota dan produk2 tsb telah di approve oleh beliau.
_yang_semula_klasik_menjadi_tispun.jpg)
Produk Tispun yang telah berkonsultasi untuk perubahan nama brand yang semula bernama KLASIK berubah menjadi TISPUN
Ditemui disaat jeda, salah satu peserta mentoring Ika Niti Candra owner UMKM produk NANANINI mengaku sangat terbantukan dengan pelatihan ini. “Pelatihan ini sangat menginspirasi saya terutama dalam memilih warna baru pada packaging. Setelah ikut kelas mbak Dania sebelumnya, Sekarang semua produk saya bikin kemasan baru dengan pemilihan warna berbeda dengan sebelumnya”, katanya. Ia pun membuktikan dengan perubahan kemasan ini dapat meningkatkan pendapatannya. “Sebelum mengikuti kelas omzet saya Rp.7 juta /bulan. Alhamdulillah setelah mengikuti kelas dan mengganti packaging omset saya meningkat jadi Rp. 17 juta/bulan”, imbuh Ika.
Sementara itu Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah di tempat yang berbeda memberi komentar positif tentang kegiatan ini, juga menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung UMKM lokal. “Unitomo berupaya menghadirkan dosen dan tenaga ahli untuk berkontribusi langsung ke masyarakat. Kegiatan mentoring ini adalah bentuk nyata sinergi kampus dengan dunia usaha agar UMKM mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.(AGBAR)