Ngulik Inspirasi Studi Di Magister Sastra Inggris Bersama Alumni di ULISSES Guest Lecture


Surabaya, (30/09) — Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) kembali menggelar kegiatan akademik inspiratif melalui ULISSES’ 6th Guest Lecture bertema “Opportunities and Challenges in Taking English Literature Master Degree”. Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Sastra, Gedung H Lt. 2 Unitomo ini diprakarsai oleh Prodi Sastra Inggris dan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Inggris (ULISSES). Seluruh dosen serta mahasiswa Sastra Inggris Unitomo turut hadir untuk meramaikan agenda tahunan ini.


Dimas Eko Saputro, Alumnus Sastra Inggris Unitomo dan Magister Sastra UGM sedang berbagi pengalaman tentang tesisnya.

Kegiatan kuliah tamu menghadirkan Dimas Eko Saputro, S.S., M.A., alumnus Prodi Sastra Inggris Unitomo angkatan 2019 yang kini juga tercatat sebagai lulusan Magister Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2025. Dalam pemaparannya, Dimas membagikan pengalaman akademik sekaligus perjalanan profesional pascasarjana. Ia memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berani menatap jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta menghadapi tantangan global dengan persiapan yang matang. Pada sesi pembukaan, Rommel Utungga Pasopati, selaku Dosen Pembina ULISSES, menegaskan pentingnya forum ini. “Guest Lecture ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa Sastra Inggris mengenai peluang serta tantangan menempuh studi lanjut pada program Master of Literature,” ujarnya.


Antusiasme Mahasiswa Peserta dalam Guest Lecture 


Ketua pelaksana, Zahwa Amelia Putri Dermawan, juga menekankan bahwa studi pascasarjana tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan profesional. “Melanjutkan studi ke jenjang magister bukan hanya soal kesiapan akademis, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan pribadi dan profesional. Melalui Guest Lecture ini, kami berharap para mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata tentang intellectual journey tersebut,” paparnya. Dalam sesi utama, Dimas berbagi tips praktis menyusun penelitian, strategi penyelesaian studi, serta pengalaman berbeda menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri dan swasta. Inspirasi semakin kuat ketika ia menceritakan pengalamannya sebagai pelukis yang tetap berkarya meski memiliki keterbatasan penglihatan warna (color blind).

Acara semakin hidup lewat sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar peluang beasiswa, hambatan penelitian, hingga strategi mengatur waktu antara studi dan aktivitas pribadi. Dimas menjawab dengan lugas dan inspiratif sehingga menciptakan suasana diskusi yang hangat dan membangun. Salah seorang mahasiswa semester satu, Rizal Rafsanjari, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Banyak ilmu yang saya dapatkan hari ini, terutama tentang inner child dan seni dalam sastra. Saya berharap ULISSES bisa lebih sering mengundang pembicara hebat lainnya di kegiatan mendatang,” ungkapnya. (Agbar/Kusuma)


Share this Post