Optimalisasi Industri Kreatif Batik Situbondo Jadi Fokus Monev Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) 2025
Situbondo, 16 November 2025 — Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) internal Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) Tahun 2025 Kemdiktisaintek telah resmi dilaksanakan pada Minggu, 16 November 2025. Program yang mengusung judul “Optimalisasi Industri Kreatif Batik Situbondo dan Kelompok PKK melalui Inovasi Mesin Motif Batik Otomatis dan Mesin Food Dehydrator di Wilayah Miskin Ekstrem Desa Selowogo” ini menjadi salah satu upaya nyata perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat berbasis teknologi dan inovasi.

Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Suyanto, MM., ME. dengan dua anggota peneliti yaitu Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P. dan Dr. Dra. Liosten Rianna Roosida Ully TA, MM. Selain melibatkan dosen peneliti, penelitian ini juga diperkuat oleh partisipasi aktif empat mahasiswa. Adapun dua mitra sasaran dalam program ini yaitu:
- IKM Batik Rengganis (mitra sasaran 1)
- Kelompok PKK Desa Selowogo (mitra sasaran 2)
Kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan relevansi kegiatan, efektivitas dampak, serta keberlanjutan manfaat program bagi masyarakat sasaran, khususnya pada wilayah kategori miskin ekstrem. Program fokus pada dua inovasi utama, yaitu pengembangan mesin motif batik otomatis yang berfungsi meningkatkan efisiensi produksi batik lokal, serta mesin food dehydrator untuk mendukung aktivitas UMKM pangan olahan oleh Kelompok PKK.
Dalam proses evaluasi, hadir Reviewer Eksternal, yaitu Dr. Untung Santoso, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang, yang melakukan site visit langsung ke lokasi program di Situbondo. Sementara itu, Reviewer Internal, yaitu Dr. Drs. Amirul Mustofa, M.Si, memberikan evaluasi melalui platform Zoom. 
Dalam evaluasinya, reviewer meninjau perkembangan implementasi teknologi, peningkatan keterampilan mitra dalam penggunaan alat, serta pemanfaatan teknologi terhadap perluasan pasar dan peningkatan nilai ekonomi produk. Keterlibatan mahasiswa dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam edukasi teknologi, pendampingan praktik, dan dokumentasi.
Reviewer eksternal menyampaikan bahwa program ini selaras dengan arah kebijakan Berdampak, karena tidak hanya menyalurkan bantuan atau pelatihan, tetapi juga menciptakan solusi modern berbasis kebutuhan lokal yang dapat direplikasi di wilayah serupa. Sementara reviewer internal memberikan penekanan pada keberlanjutan program dan strategi penguatan kelembagaan mitra setelah pendampingan selesai.
Ketua tim, Dr. Suyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konkret kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, relevan, dan berorientasi pada dampak sosial jangka panjang.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian rekomendasi, dokumentasi, dan rencana tindak lanjut untuk implementasi tahap berikutnya guna memastikan manfaat program terus berkelanjutan bagi masyarakat.