PSBL Unitomo Suarakan Pentingnya Respons Cepat Bencana dalam Bedah Buku Mojokerto
Mojokerto (03/10)– Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya kembali menunjukkan kiprahnya dalam upaya penguatan literasi kebencanaan. Kali ini, Dr. Dra. Wiwiek Harwiki, MM, Ketua PSBL Unitomo, hadir sebagai narasumber dalam Launching dan bedah buku berjudul “Budaya dan Lembaga untuk Kesiapsiagaan Bencana” yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Mojokerto dalam rangkaian acara Sustainable Resilience. Kehadiran akademisi Unitomo ini diharapkan memberi perspektif baru dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Dr. Dra. Wiwiek Harwiki, MM saat menjadi narasumber bedah buku "Budaya dan Lembaga untuk Kesiapsiagaan Bencana” yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Mojokerto

Dalam pemaparannya, Dr. Wiwiek menyoroti sejumlah aspek penting yang tertuang dalam buku tersebut, termasuk urgensi perubahan pola pikir masyarakat dari sikap reaktif menjadi lebih responsif dan tanggap terhadap bencana. Ia juga menekankan perlunya tolok ukur jelas mengenai ketangguhan masyarakat sebelum dan sesudah hadirnya lembaga pendukung kebencanaan. “Kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons sesaat, tetapi harus dibangun melalui role model yang mampu mengubah mindset masyarakat agar cepat dan tanggap menghadapi situasi darurat,” ujar dosen senior FEB Unitomo ini.. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya solusi berbasis alam yang relevan dengan kondisi berbagai daerah di Indonesia serta adopsi nilai co-creation dan value of destruction yang dapat diimplementasikan dalam strategi kebencanaan.


Di akhir sesi, Dr. Wiwiek menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas buku yang dibedah. Menurutnya, secara tampilan buku ini sudah cukup berkualitas tinggi, meski secara substansi masih perlu diperkuat dengan rujukan pustaka yang lebih komprehensif. “Secara keseluruhan penampilan buku ini sudah high quality, namun substansinya masih average karena belum dilengkapi daftar pustaka yang memadai. Kendati demikian, isi buku ini tetap penting sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana harus dibangun di atas budaya, kelembagaan, dan data yang kuat,” tegasnya. Kehadiran PSBL Unitomo melalui Dr. Wiwiek pun menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Tri Dharma, khususnya pada bidang pengabdian masyarakat dan sosialisasi penanggulangan bencana.(Agbar/Nur)