Universitas Dr. Soetomo Promosikan Syscordes dalam Seminar Nasional Kajian Risiko Bencana di Kota Batu


Kota Batu, 8 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat kontribusi Perguruan Tinggi dalam mitigasi risiko bencana berbasis komunitas  Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mengirimkan delegasi resmi ke Seminar Nasional “Digitalisasi Peta Risiko Bencana di Indonesia” yang diselenggarakan oleh BNPB bekerja sama dengan Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu.


Delegasi Unitomo terdiri dari Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Dr. Priyanto, M.M, Ketua Pusat Studi Kebencanaan Lingkungan dan Pariwisata Dr. Wiwiek Harwiki, M.M, dan Dr. Nevrettia Christantyawati,  M.Si Dosen FIKOM berdasarkan surat tugas dari Rektor Unitomo. Dalam kesempatan ini, tim juga melakukan promosi inovasi unggulan kampus yaitu System Command Center Desa (Syscordes) 1 dan 2, sebuah sistem digital terintegrasi yang dikembangkan untuk mendukung kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana di tingkat desa

Syscordes 1 sedang dalam proses perolehan Patent dan telah dipresentasikan pada bulan Nov 2024 dlm Seminar Peringatan 20 tahun Tsunami di USK Aceh.


Seminar di Batu kali ini mengangkat isu penting terkait digitalisasi peta risiko bencana nasional serta tantangan kebencanaan yang dihadapi Jawa Timur. Berdasarkan paparan dari narasumber, wilayah ini menghadapi 14 potensi bencana besar, termasuk banjir, gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung api, dan likuifaksi. Dalam konteks ini, keberadaan  Syscordes sangat relevan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.

Selain itu, seminar juga membahas Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam konteks kebencanaan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran, serta ekosistem terintegrasi riset dan pengembangan untuk hilirisasi produk inovasi. Hal ini selaras dengan pendekatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Unitomo melalui PSBL Pariwisata, yang menggabungkan aspek teknologi dan pemberdayaan serta pelibatan komunitas lokal.


Kegiatan ini tidak hanya memperluas jaringan kerja sama internasional, tetapi juga menjadi ajang strategis bagi universitas untuk memperkenalkan hasil riset dan inovasi kampus kepada mitra global dalam pengurangan risiko bencana.

Share this Post